Militer Turki bersama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) akan melintasi perbatasan Suriah dalam waktu dekat.
Turki lama meminta AS untuk bermitra dalam perang melawan Islamic State Iraq and Syria (ISIS/Daesh), menangkap dan mendeportasi anggotanya yang bersarang di Turki.
Pernyataan itu muncul satu hari setelah Gedung Putih memberi Ankara lampu hijau untuk menyerang negara tetangga selatannya, dan memicu kepanikan pasukan Kurdi yang didukung oleh AS.
Gedung Putih mengatakan, keputusan itu muncul setelah pembicaraan yang dilakukan lewat telepon antara Trump dan timpalannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan.
Sekretaris pers Gedung Putih, Stephanie Grisham mengatakan pada Minggu (Senin pagi) bahwa pasukan AS "tidak akan mendukung atau terlibat dalam operasi tersebut", dan "tidak akan lagi berada di daerah terdekat."
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Ankara berencana untuk melancarkan operasi di Suriah utara
Dia mengatakan, operasi militer Turki melawan pasukan Kurdi yang didukung oleh AS dapat dimulai dalam waktu dekat.
Erdogan telah memberikan batas waktu akhir September untuk zona 30 kilometer (19 mil) yang akan dibangun
Dia dibuat tercengang, karena kondisi tempat tinggal Gulen tak seperti yang digambarkan pemerintah Erdogan. Sederhana. Dan hanya di sana-sini dipenuhi dengan buku-buku.