Hasil survei nasional Poltracking Indonesia menempatkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di posisi teratas sebagai figur yang layak untuk mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019.
Dugaan rasuah itu bermula ketika TNI AU mengadakan satu unit helikopter angkut AW-101 dengan menggunakan metode pemilihan khusus.
Agus tak merinci apakah penyidik KPK akan melimpahkan berkas penyidikan sebelum sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan atau tidak.
Untuk diketahui, ada sejumlah kasus yang berkaitan dengan lembaga pimpinan Agus Rahardjo Cs yang sedang ditangani Polda Metro Jaya.
Partai Demokrat mengaku optimis untuk mengusung putra presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Sejak beberapa hari yang lalu, KPK setidaknya sudah memeriksa belasan saksi dalam penyidikan baru kasus tersebut. Di antaranya Ketua Panitia Khusus Hak Angket DPR.
Bareskrim Polri resmi menerbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.
Sementara itu, Agus Dwi Warsono, kuasa hukum Eddy Rumpoko menyatakan bahwa penangkapan terhadap kliennya itu tidak berdasarkan kecukupan bukti.
Menaker yang hadir didampingi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto juga menjenguk beberapa korban luka-luka yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang.
Kunjungan Agus, Cak Imin, dan kemungkinan disusul tokoh-tokoh lain ke Ahok bisa memandu kita untuk memahami konstelasi politik Indonesia. Ahok menjadi sebuah kartu puzzle yang menghubungkan menjadi sebuah mozaik, apa yang terjadi di balik layar politik Indonesia.