Saya kan sudah sampaikan bahwa yang menentukan itu bukan Pak Jazilul atau saya tetapi Pak Prabowo dan Pak Muhaimin, menurut yang tertulis. Sehingga, saya pikir pasti kedua orang ini akan bicara tentang apa-apa yang menjadi aspirasi dari konstituen PKB atau kiai-kiai PKB, kan gitu.
Saya minta Propam turun diperiksa ini penyidik-penyidiknya, bagaimana bisa menetapkan orang meninggal sebagai tersangka, ini enggak masuk akal.
Habiburokhman menduga, dalam kasus Meikarta ada double victim yang dilakukan pihak pengembang. Pertama hak-hak konsumen yang tidak terpenuhi, padahal sudah melakukan pembayaran. Kedua konsumen justru digugat pihak pengembang atas pasal pencemaran nama baik.
Perjuangan kita tidak akan pernah surut karena apa yang kita perjuangkan adalah kebaikan. Karena kami meyakni memperjuangkan kebaikan tidak boleh merasa lelah apalagi merasa kalah. Karena kekuasaan yang kita perjuangkan dengan menjadikan Prabowo Presiden Gerindra Menang sejak awal kita niatkan untuk membela rakyat miskin, orang-orang lemah dan terpinggirkan.
Bagaimanapun NasDem saat ini masih bagian dari koalisi pemerintah. Dan itu bagus. Menunjukkan adab silaturahim dijalankan.
Saya pikir ajang silaturahmi itu jangan dikaitkan dengan manuver politik mana pun karena itu hal biasa di negara kita.
Apa yang ingin saya sampaikan, marilah kita meningkatkan kerukunan, meningkatkan ukhuwah, meningkatkan persatuan. Jangan kita mau diadu domba. Segala kehidupan selalu pikirkan itu, kesejukan, ketenangan. Perbedaan pendapat biasa, jangan menjadi perpecahan. Itu yang saya ingin sampaikan pada kesempatan malam hari ini.
Ini adalah contoh yang baik bagaimana kita mempertontonkan dan memberi teladan kepada masyarakat kita meskipun pilihan dan partai masing-masing berbeda tapi kita tetap membicarakan masa depan Indonesia.
Ini delapan partai, kita akan ajak membicarakan teknis detailnya bertempat di sini (Sekber) untuk kita merumuskan langkah-langkah berikutnya.
Gus Jazil, sapaannya juga berkelakar silaturahmi yang dilakukan bisa berujung bergabungnya NasDem dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. Terlebih, sampai saat ini PKB dan Gerindra masih membuka pintu bagi parpol lain untuk bergabung.