Pemeritnah Amerika Serikat (AS) kembali menjatuhkan sanksi kepada dua pejabat Korea Utara di balik program rudal balistik negara.
Kementerian pertahanan Korea Selatan meluncurkan tim khusus untuk mengawasi dan merespons lebih efektif ancaman nuklir dan rudal dari tentangga koreanya.
Resolusi yang dirancang AS tersebut berusaha untuk melarang hampir 90 persen ekspor minyak mentah ke Korut dan menuntut pemulangan orang Korea Utara.
Pyongyang dibatasi terhadap produk minyak bumi dan minyak mentah, serta pendapatannya dari pekerja di luar negeri.
Rudal yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman ke Riyadh pada Selasa (20/12) lebih tangguh daripada rudal yang diluncurkan pada 4 November bulan lalu.
Setelah penerapan tersebut, Organisasi Pariwisata Korea (KTO) memperkirakan ada 4,7 juta turis asing pada 2017, jumlah ini menurun sekitar 27 persen dibanding 2016 lalu.
Korea Utara hingga detik ini tetap komitmen mengembangkan rudal dan senjata nuklirnya.
Pemerintah Jerman mengecam rudal balistik milisi Houthi yang kembali mendarat di Riyadh
Pasukan pertahanan udara Saudi kembali menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman ke Riyadh