Membahas progres konsolidasi pengurus daerah, konsolidasi ideologi, brain storming, konsep pemenangan, dan lain-lain.
Kita baru saja memperingati Hari Sumpah Pemuda, dimana pada tahun 1928, pemuda di seluruh Indonesia, Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes dan lainnya, bersatu untuk menyatukan Indonesia. Berbangsa Satu, Berbahasa Satu dan Tanah Air yang sama yaitu Tanah Air Indonesia.
Seperti kita ketahui bersama, UUD negara kita telah mengalami Amandemen 4 Tahap, di tahun 1999 hingga 2002. Termasuk Pasal 33 juga bertambah menjadi 5 ayat yang sebelumnya 3 Ayat. Dengan penambahan 2 ayat hasil Amandemen yang lalu itu sadar atau tidak cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, telah diserahkan kepada pasar. Padahal cita-cita para pendiri bangsa sama sekali bukan itu.
Kalau kita bedah dari analisa ideologi, ekonomi, sosial dan budaya, pondok pesantren merupakan salah satu institusi yang paling nyata berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia ini
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyebut ekonomi Indonesia layaknya kapal yang memiliki tiga palka.
Menurutnya, ketidakadilan sosial itu sendiri disebabkan oleh segelintir oligarki yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Persiapan ini penting dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang hadir dalam kegiatan Rakernas XIII Apkasi di Bali pada pertengahan Juni 2021 lalu.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, didaulat menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Nasional Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional (Kapten) Indonesia, yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu (29/5).
kepengurusan PABPDSI sudah meliputi 25 provinsi. Oleh karena kepengurusan sudah terbentuk maka rencana berikutnya adalah menyelenggarakan rapat kerja nasional (Rakernas) yang akan dilaksanakan pada Juni 2021.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi akibat pandemi Covid-19, selalu ada peluang untuk dimanfaatkan menjadi solusi.