Insinyur tersebut diyakini sebagai warga Amerika terakhir yang ditahan oleh Taliban.
Beredar poster di kafe dan toko Kabul awal bulan ini untuk mendorong pemakaian burqa, kerudung seluruh tubuh yang juga menutupi wajah.
Pemerintahan Taliban yang menguasai Afghanistan mengusulkan komite gabungan yang terdiri dari para pejabatnya dan perwakilan internasional, untuk mengkoordinasikan bantuan asing yang mencapai miliaran dolar.
Iran masih perlu beberapa waktu lagi untuk secara resmi mengakui Taliban sebagai pemerintah negara Afghanistan. Demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Iran, setelah pertemuan dengan kelompok itu di Teheran.
Sekitar 30 wanita berkumpul di dekat sebuah masjid di pusat Kabul dan berbaris beberapa ratus meter meneriakkan keadilan, keadilan sebelum mereka dihentikan oleh pasukan Taliban.
Pedoman yang dikeluarkan Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan itu juga meminta semua pemilik kendaraan untuk menawarkan tumpangan hanya kepada para wanita yang mengenakan jilbab.
Sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus, miliaran dolar bantuan dan aset telah dibekukan oleh Barat dalam apa yang oleh PBB digambarkan sebagai kejutan fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap ekonomi Afghanistan yang bergantung pada bantuan.
Krisis tersebut menimbulkan kekhawatiran yang meningkat tetapi tanggapan internasional telah diredam, mengingat keengganan Barat untuk membantu pemerintah Taliban, yang merebut kekuasaan pada Agustus.
Ribuan warga Afghanistan telah mengajukan permohonan dokumen perjalanan baru untuk menghindari krisis ekonomi dan kemanusiaan yang berkembang yang digambarkan oleh PBB sebagai krisis kelaparan.
Awal pekan ini Human Rights Watch (HRW) merilis sebuah laporan yang dikatakan mendokumentasikan ringkasan eksekusi atau penghilangan paksa 47 mantan anggota Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan, personel militer lainnya, polisi, dan agen intelijen.