Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi seperti solar dan Pertalite. Karena harga minyak mentah dunia terus melorot jauh di bawah asumsi APBN sebesar USD 100 per barel.
Kita berharap untuk Patra Niaga lebih bisa menerapkan dan bisa kerja sama di dalam menggunakan berbagai sistem. Supaya penerapan BBM bersubsidi nanti bisa sesuai sasaran, yang mana itu kita lihat melalui sejauh mana penggunaan kartu (BBM subsidi).
BPH Migas usul sistem tertutup penyaluran BBM bersubsidi
Konsumsi BBM bersubsidi jenis pertalite hingga solar dilaporkan menurun hingga 10-13 persen.
Pada periode ini hampir semua operator minyak menurunkan harga BBM. Tapi anehnya Pemerintah malah menaikkan harga BBM bersubsidi.
Pemerintah harus terbuka soal hitungan-hitungan HPP BBM bersubsidi ini. Masa harga jual BBM bersubsidi dengan yang tidak bersubsidi hampir sama.
PLN beberkan data jutaan orang kaya pengguna LPG 3 Kg
Selain itu, survei juga melaporkan sebanyak 80 persen responden berharap agar kebijakan subsidi dalam bentuk barang agar harga lebih terjangkau.
Kalau serius mau nyapres, Menteri BUMN Erick Thohir (ET) harus sungguh-sungguh memahami persoalan BBM bersubsidi. Jangan asal bicara yang bikin masyarakat marah. Kalau gayanya seperti itu, apa ada masyarakat yang akan memilih?
Dengan penurunan harga minyak dunia ini maka alasan Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi jadi tidak relevan dan sulit dinalar logika masyarakat.