Direktur eksekutif Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Henrietta H. Fore mengatakan, Sudan Selatan terancam kehilangan satu generasi emas akibat minimnya pendidikan.
Konflik di sepanjang perbatasan wilayah Oromia dan Somalia di Ethiopia diperkirakan dapat memisahkan sebanyak 14.000 anak-anak dari keluarga mereka.
Diposisi setelah Indonesia, ada Amerika Serikat (11.280), Kongo (9.400), Ethiopia (9.020), dan Bangladesh (8.370).
Bantuan tersebut dibagikan kepada kepala keluarga untuk persediaan dalam beberapa hari ke depan sesuai jadwal yang disiapkan dalam koordinasi dengan Komite Bantuan Tinggi Yaman dan melalui mitra lokal.
Tidak hanya terancam mati kelaparan, berdasarkan data yang dikumpulkan Geert, hampir 5.000 anak-anak terbunuh dan terluka parah.
Badan Anak PBB (UNICEF) menyatakan kondisi hidup yang menyedihkan dan penyakit yang menular melalui air mengancam lebih dari 320.000 pengungsi anak Rohingya.
Sekitar 60 juta anak-anak akan meninggal antara 2016 dan 2030 dari penyakit yang dapat disembuhkan
UNICEF mengatakan 3 juta anak-anak membutuhkan dukungan pendidikan darurat di wilayah timur laut Nigeria
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk pengungsi (UNHCR) mengatakan hampir setengah juta warga Rohingya yang menepi ke Bangladesh
Sekitar 80.000 anak-anak saat ini mengungsi dan tinggal di tempat kamp kamp penampungan sementara