AS, Inggris, dan Prancis meluncurkan serangan udara pada fasilitas senjata kimia yang diduga rezim Assad di Suriah sebelumnya pada hari Sabtu.
Nikos Vourdoumbas, seorang guru, termasuk di antara kerumunan orang yang melancarkan protes di luar Kedutaan Besar AS di Athena.
Saddam Hussein yang menggunakan gas kimia terhadap Iran selama perang Iran-Irak pada 1980-an.
Washington, London dan Paris, semuanya akan bertanggung jawab
Kemenlu Turki menyebut serangan udara tersebuat `reaksi yang tepat` karena dibangun dari dugaan serangan kimia Assad di Suriah.
Ledakan terdengar di ibukota Suriah Damaskus Sabtu pagi, saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan menyerang negara tesebut sebagai bentuk hukuman dalam operasi gabungan dengan Prancis dan Inggris.
Bashar al-Assad disebut mengabaikan hukum internasional dan membunuh banyak warga sipil yang tidak bersalah, termasuk wanita dan anak-anak.
Pernyataan itu, menurut Guterres, cukup beralasan. Eskalasi ketegangan di Suriah makin menjadi-jadi.
Amerika Serikat tidak akan terlibat dalam perang saudara
Kami memiliki bukti bahwa senjata kimia digunakan oleh rezim Suriah, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron