Sentuhan inovasi akan mendorong produk perikanan yang dihasilkan oleh pelaku usaha perikanan memiliki daya saing tinggi di pasar.
Mebel Internasional berhasil melakukan perluasan pasar ekspor produk furnitur ke Uni Emirat Arab (UEA) senilai USD 28,5 ribu pada Rabu (13/10) di Semarang, Jawa Tengah.
Dana tersebut masuk ke pasar keuangan RI melalui pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,78 triliun dan pasar saham senilai Rp3,26 triliun.
Kebijakan ini bertujuan untuk distribusi pertumbuhan ekonomi di daerah pesisir menjadi lebih merata, peningkatan daya saing produk perikanan di pasar global, peningkatan PNBP perikanan dengan target Rp12 triliun.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, per September 2021, total jumlah investor saham mencapai 2,909 juta investor, naik 72% dibandingkan jumlah investor saham di 2020 yang sebanyak 1,695 juta investor.
Upaya meningkatkan kualitas produk ekspor terus dilakukan Kementerian Perdagangan
BUMN pun siap berkolaborasi program dan kegiatan dengan jejaring komunitas kreatif di seluruh Indonesia, untuk terus memajukan berbagai potensi kreativitas bangsa kita hingga mendunia.
Dia menyatakan bahwa pihaknya memiliki perhatian pada UMKM yang memiliki potensi ekspor untuk dapat menghasilkan UMKM naik kelas, dan produk bambu dinilai memiliki potensi pasar yang baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Didi mengatakan, momentum pemulihan ekonomi yang ditandai oleh peningkatan permintaan ekspor perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Peluang yang ada harus digarap sebaik-baiknya oleh pelaku usaha Indonesia untuk mengekspor produk mereka ke pasar global.