Menteri Halim mengatakan, di era pandemi Covid-19 tidak menyurutkan untuk laksanakan penugasan dari Presiden Joko Widodo untuk terus perhatikan dan membangun Desa dengan segala keterbatasan kondisi di era pandemi.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menyebut, pembangunan desa harus berdasarkan kebutuhan bukan karena keinginan.
Ia memuji langkah Abdul Halim Iskandar yang melokalkan SDGs hingga level desa, atau dikenal dengan SDGs Desa.
Menteri Halim mengatakan, salah satu alasan penataan Perpustakaan ini untuk tempat berhimpunnya semua referensi pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat bisa ditelaah, hasil-hasil penelitian bisa diakses oleh masyarakat.
Demi mempercepat pembangunan desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) komitmen untuk meningkatkan kapasitas pendamping desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta Kepala Desa (Kades) agar segera membentuk tim relawan pemutakhiran data desa yang berbasis SDGs Desa.
Untuk membangkitkan dan menggerakkan ekonomi desa, sepanjang 2015-2020 Dana Desa telah dialokasikan sebagai modal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), jumlahnya mencapai Rp 4,2 triliun
Dalam agenda tersebut diisi refleksi kemajuan desa sepanjang tujuh Tahun Undang-undang Desa, yang disampaikan langsung oleh Mendes PDTT, Abdul Halim.
Gus Halim dalam masa baktinya kali ini ditemani oleh Anik Maslachah sebagai Sekretaris dan Fauzan Fuadi sebagai Bendahara.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memastikan bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa akan terus berlanjut pada tahun 2021 mendatang