AS telah berusaha untuk mempercepat pengiriman senjata ke Ukraina.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengumumkan rencana baru gencatan senjata, yang bertujuan untuk mengamankan evakuasi warga sipil dari Ukraina.
Menteri Inggris Urusan Eropa dan Amerika Utara, James Cleverly, memberikan tanggapan sinis terhadap pengumuman gencatan senjata Rusia.
Rusia telah mengumumkan gencatan senjata terbaru untuk mengamankan proses evakuasi warga sipil dari Ukraina. Dari empat kota yang diumumkan, hanya sebagian kecil yang mengarah ke Ukraina.
Amerika Serikat (AS) diyakini menjadi pihak yang paling diuntungkan dalam perang Rusia vs Ukraina. Di saat kedua belah pihak babak belur, AS siap-siap mengeruk dolar.
Menurut badan PBB, OHCHR, sebagian besar korban sipil tewas akibat penggunaan senjata peledak, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem peluncur banyak roket serta serangan udara.
Gencatan senjata yang bertujuan untuk melanjutkan evakuasi warga sipil di Mauripol dan Volnovakha berakhir gagal. Ukraina menuding pasukan Rusia terus melancarkan tembakan.
Rusia tidak mematuhi gencatan senjata dan terus menembaki Mariupol sendiri dan sekitarnya.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menjanjikan bantuan senilai US$70 juta (Rp992 miliar) untuk membeli peralatan militer dan senjata untuk Ukraina.
Mantan bek timnas Ukraina dan Arsenal, Oleh Luzhnyi, memutuskan untuk menunda karir kepelatihannya demi memperjuangkan negaranya yang saat ini sedang diserang oleh pemerintah Rusia.