Unjuk rasa tersebut menandai berakhirnya jeda pemilihan umum dewan distrik, dan kembali ke demonstrasi besar-besaran yang telah dilakukan warga Hong Kong selama hampir enam bulan terakhir.
Rencana reuni 212, oleh panitia diperkirakan akan dihadiri jutaan massa. Namun pada laporan ke Polda Metro Jaya, akan dihadiri 30 ribuan orang.
Insiden itu adalah bagian dari upaya yang didukung Amerika Serikat (AS) yang lebih besar untuk menggoyahkan negara.
Suasana mencekam mewarnai pemilihan umum (pemilu) distrik yang digelar di Hong Kong pada Minggu (24/11) pagi ini.
Polisi anti huru-hara bersenjatakan perisai dan pentungan menginterogasi seorang perempuan hamil di samping tempat tidurnya di bangsal rumah sakit
Markus Leitner dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Iran untuk menyampaikan keluhan mengenai ekspresi dukungan AS terhadap sejumlah kerusuhan yang melanda sejumlah kota Iran selama beberapa hari terakhir.
Artis cantik Tamara Bleszynski kurang respek dengan aksi beberapa artis yang memamerkan isi saldo ATM Pribadinya.
Demonstran kini hanya memiliki sedikit pilihan, sementara polisi di luar tampaknya sudah siap untuk menunggu mereka keluar.
Setidaknya 106 pengunjuk rasa di 21 kota telah tewas, menurut laporan yang dapat dipercaya dari para saksi, video yang diverifikasi dan informasi dari aktivis hak asasi manusia.