Berdasarkan ketentuan kesepakatan nuklir, Iran dilarang memperkaya uranium di atas 3,67 persen dengan pengecualian kegiatan reaktor risetnya. Uranium yang diperkaya di atas 90 persen dapat digunakan dalam senjata nuklir.
Tes tersebut menyoroti bagaimana Korea Utara terus mengembangkan senjata yang semakin canggih, meningkatkan pertaruhan upaya untuk menekannya agar menghentikan program nuklir dan misilnya dengan imbalan keringanan sanksi AS.
Hal ini disampaikan oleh Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Kim, secara daring pada Rabu (29/9), di tengah kekhawatiran Indonesia dan Malaysia bahwa pakta tersebut akan memicu perlombaan senjata di kawasan.
Kerajaan mendukung upaya internasional memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam jangka pendek dan panjang.
Pengembangan sistem senjata meningkatkan kemampuan pertahanan Korea Utara, kata KCNA, menggambarkan rudal hipersonik sebagai senjata strategis.
Taiwan perlu memiliki senjata jarak jauh dan akurat untuk mencegah China yang dengan cepat mengembangkan sistemnya untuk menyerang pulau itu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Amerika Serikat mulai memasok senjata dan amunisi ke organisasi teroris di Suriah.
Korea Utara telah lama berusaha mengakhiri Perang Korea secara resmi untuk menggantikan gencatan senjata yang menghentikan pertempuran tetapi membiarkannya dan Komando PBB yang dipimpin Amerika Serikat (AS) secara teknis masih berperang.
Saat ini dunia masih belum sepenuhnya terbebas dari ancaman senjat nuklir dan perlombaan senjata nuklir masih terus terjadi.
Aliansi pertahanan Australia-AS-Inggris yang baru dari Presiden AS Joe Biden secara luas dipandang bertujuan untuk melawan kebangkitan China.