Varian Omicron dari virus corona (COVID-19) telah mendorong lonjakan kasus di Amerika Serikat (AS) dan kekurangan pekerja di sekolah, maskapai penerbangan, dan bisnis.
Maskapai penerbangan AS yang terkena dampak terburuk adalah Southwest, yang harus membatalkan 13 persen dari jadwal penerbangannya, menurut situs tersebut.
Pekan lalu, FAA mengeluarkan arahan kelaikan udara baru yang memperingatkan gangguan dari spektrum nirkabel 5G dapat mengakibatkan pengalihan penerbangan.
Dua maskapai penerbangan Jepang ANA dan JAL juga mengatakan mereka menangguhkan reservasi baru untuk penerbangan internasional ke Jepang hingga akhir Desember dan televisi publik NHK mengatakan pemerintah sedang berusaha menghentikan semua reservasi tersebut.
Namun, pendapatan naik 86 persen menjadi US$5,9 miliar dan kerugian dibandingkan dengan US$3,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty mendukung langkah Kementerian BUMN untuk memilih opsi penutupan maskapai Garuda Indonesia apabila negosiasi dengan para lender, lessor pesawat, hingga pemegang sukuk global gagal dilakukan.
Sebelumnya, Taliban memperingatkan PIA dan maskapai Afghanistan Kam Air bahwa operasi Afghanistan mereka berisiko diblokir kecuali setuju memotong harga tiket, yang telah melonjak ke tingkat di luar jangkauan sebagian besar warga Afghanistan.
Qantas mengatakan pihaknya juga telah memasuki pembicaraan dengan LOGOS tentang potensi opsi pengembangan di masa depan untuk situs yang diakuisisi, termasuk kawasan khusus untuk maskapai dan penjualan lahan tambahan di dekat tempat yang dijual.
Perjanjian Area Penerbangan Sipil Umum akan meningkatkan koneksi udara dan menciptakan peluang komersial baru, untuk maskapai penerbangan di Uni Eropa dan Ukraina.
Southwest Airlines membatalkan lebih dari 1.000 penerbangan pada hari Minggu di hari kedua berturut-turut pembatalan massal dari maskapai.