SBY masih berada dalam tahapan (stadium) awal.
Demokrat dan SBY diserang lagi, karena mungkin banyak rakyat yang kangen era Bapak SBY dan Demokrat saat mereka bisa hidup enak (Kemiskinan turun drastis, pengangguran turun secara signifikan) tidak susah seperti sekarang.
Dengan adanya pernyataan yang tidak bertanggung jawab, maka semakin membuat hubungan yang kurang harmonis antara Bu Mega dengan SBY semakin tambah runyam.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengatakan bahwa ajakan tersebut masih dalam konteks kebangsaan. Sebab, hanya lewat sumber daya manusia (SDM) unggul NKRI akan maju.
Atas nama demokrasi semakin jauh dari logika akal sehat dan kebenaran, bolak balik fakta, dan siasat jahat melalui jalan hukum. Berhentilah membegal demokrat.
Peran ulama sangat penting bagi Partai Demokrat dan Pak SBY. Pak SBY sering mengingatkan kepada kadernya jangan lupakan ulama.
Pengamat politik menilah, Demokratlah yang besarkan SBY, bukan sebaliknya. Mengapa?
Partai Demokrat angkat bicara soal tudingan politikus PDIP, Arteria Dahlan yang menyalahkan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena memilih warna biru putih untuk pesawat kepresidenan, yang dianggap tak menggambarkan Indonesia.
Kalau tak mau kerja, minimal jangan membuat situasi keruh
Skandal korupsi proyek Hambalang sudah selesai. Kasus yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin sudah diproses hukum secara terbuka.