Klaim AS itu adalah bagian dari propaganda untuk menutupi kesalahan perhitungannya di Afghanistan.
Bulan lalu, sumber AS dan Eropa yang mengetahui pelaporan intelijen mengatakan bahwa AS memperoleh laporan baru yang mendukung tuduhan bahwa Rusia telah mendorong militan yang berafiliasi dengan Taliban untuk membunuh tentara AS
Pesawat tempur Israel melancarkan serangan balasan ke sejumlah markas kelompok militan Palestina Hamas di Jalur Gaza pada Minggu (5/7) malam
Intelejen Amerika Serikat (AS) menuduh militer Rusia telah menawarkan hadiah kepada militan yang terkait dengan Taliban di Afganistan, untuk membunuh pasukan Amerika dan pasukan koalisi lainnya.
Jet tempur Turki menghantam sasaran militan Kurdi di Gunung Sinjar, Irak utara dengan sekitar 20 rudal pada Minggu (14/6) kemarin.
Mantan pemimpin kelompok militan Jihad Islam Palestina, Ramadhan Shallah, meninggal dunia pada Sabtu (6/6), setelah berjuang melawan penyakit.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kelompok militan itu, sebaliknya, telah membebaskan 132 tahanan pemerintah.
Negeri Paman Sam menekan pemerintah Afghanistan untuk membebaskan ribuan militan dan tahanan pemerintah yang berisiko terjangkit virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.
Di bawah perjanjian damai itu, Taliban akan membebaskan 1.000 tentara dan warga sipil pemerintah Afghanistan dan Kabul akan mengembalikan sekitar 5.000 militan.
Francis juga secara khusus menyebut soal persekusi terhadap umat Kristiani yang dilakukan oleh kelompok militan di Burkina Faso, Mali, Niger, dan Nigeria, memohon kepada Tuhan untuk menghilangkan penderitaan mereka