Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, nampak berbeda, Kamis (10/10) malam. Ratusan pegiat sastra mulai dari penyair hingga penulis dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di rumah jabatan gubernur Bali yang terletak di pusat kota Denpasar tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menjamin pelayanan keterbukaan informasi terhadap segala badan publik kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk makin meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah guna mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Langkah konkret dan keberpihakan Gubernur Bali Wayan Koster terhadap upaya pelestarian alam dan menjaga kesucian Pulau Dewata tak perlu diragukan lagi.
Berita bohong atau hoax yang disebarkan secara masif di media massa dan media sosial belakangan ini, telah menjadi persoalan yang sangat serius.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyatakan program dan kebijakan Pemprov Bali sejatinya telah secara aktif mendukung pembangunan laut berkelanjutan.
Dalam rangka membangun masyarakat yang berbudaya dan cerdas hukum, penting untuk mendorong masyarakat untuk memahami aturan serta melaksanakan aturan tersebut dengan tertib dan disiplin.
Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal di sekolah dan di luar keluarga, memiliki sistem pendidikan yang sangat holistik dengan Dasa Darma dan Tri Satyanya.
Gubernur Bali Wayan Koster meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali bersinergi dengan lembaga keuangan lokal lain yang ada di Bali, seperti BPR dan LPD.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengajak masyarakat Bali khususnya warga Desa Tengkulak Kaja untuk menjaga tanah hijau berupa sawah/subak mereka dari giuran dolar, mengingat lahan hijau kita di Bali saat ini sudah semakin berkurang.
Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan soal rencana untuk membuat Hutan Kota di kawasan eks reklamasi Pelindo III di areal pesisir utara Pelabuhan Benoa.