KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi (KPK) Patrialis Akbar, di Kawasan Taman Sari, Jakarta.
Ya Allah saya mohon ampun. Saya tidak bisa menjaga MK ini dengan sebaik-baiknya
Rumah Patrialias Digeledah Akbar digeledah penyidik KPK sebagai tindak lanjut dari OTTdugaan suap.
MK belum bisa memberi keterangan terkait kabar operasi tangkap tangan (OTT) Hakim MK Patrialis Akbar oleh KPK.
KPK kembali menangkap pelaku suap. Salah satunya diduga merupakan hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) dan dugaan suap itu berkaitan dengan gugatan judicial riview di MK.
Penyidik KPK ingin mengorek informasi lebih jauh mulai dari aspek aliran dananya dan bagaimana prosesnya.
Diduga uang-uang yang telah dikepul itu untuk menyuap Sri terkait perotasian atau mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.
Jika dirupiahkan, komitmen fee 7,5 persen dari nilai proyek Rp 200 miliar itu sekitar Rp 16,5 miliar.
Sri sendiri memilih bungkam saat dikonfirmasi sejumlah pertanyaan oleh awak media.
Salah satunya putri Sri yang diduga kuat pada sosok Dina Permata Sari. Dina diketahui berprofesi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Anak Sri itu diduga mempunyai peran central, yakni "pengepul" uang suap.