Keputusan DPP PPP kubu Djan Faridz mendukung Ahok-Djarot tersebut bertolak belakang dan DPP PPP kubu Romahurmuziy (Romi) yang mengusung pasangan cagub-cawagub DKI Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.
Pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni mampu mendepak calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta 2017.
TKI di Korea Selatan diperkirakan mencapai 40 ribu orang
Muhammadiyah mengapresiasi kandidat pasangan dari poros Cikeas, Agus-Sylvi.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan petuah kepada pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.
Agus meyakini, dengan restu dan doa ulama, tak hanya mendapatkan masukan saja. Namun, kata Agus, keberkahan yang diperoleh itulah yang menjadi spiritnya untuk mengemban amanah.
Partai Gerindra menyebut hanya memperhitungkan Agus Yudhoyono sebagai pesaing calon gubernur yang kuat di Pilkada DKI Jakarta 2017.
SBY adalah seorang ayah yang ingin mendidik anaknya di sebuah dunia yang penuh ketidakpastian untuk menjadi pasti.
Keputusan partai yang tergabung dalam poros Cikeas untuk mengusung Agus-Sylvi ke Pilkada DKI telah melalui survei dan perhitungan politik yang cukup matang.
Populi Center mengeluarkan rilis hasil surveinya kepada publik. Hasil tersebut menunjukkan warga Jakarta yang menginginkan gubernur yang bersih dari korupsi, tegas dan merakyat.