Kedua pokok pikiran yang menjadi masukan dan nantinya menjadi rekomendasi Munas dan Konbes NU itu, mengenai Penguatan Pendidikan Karakter Nasional dan Pancasila.
Segala macam persoalan kebangsaan sesungguhnya bisa diselesaikan apabila kita secara konsisten dan adanya soliditas melaksanakan Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).
HNW mengungkapkan ada beberapa indikasi upaya untuk meninggalkan Pancasila. Dicontohkan, seperti adanya gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia; ada yang ingin menghidupkan kembali komunis.
Pimpinan Badan Sosialisasi MPR RI, Bachtiar Aly mengungkapkan bahwa untuk mentransformasikan nilai-nilai Pancasila itu tidak mudah, karena dinamika masyarakat yang begitu cepat.
HNW mengajak kepada masyarakat agar melaksanakan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, agar bangsa Indonesia tetap utuh dan bersatu.
Asri Anas dalam menjelaskan bahwa sekarang ini Pancasila sudah mulai dilupakan masyarakat, karena para generasi muda bangsa ini sudah tidak peduli.
Pembangunan ideologi bangsa menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting bagi setiap daerah kawasan perbatasan. Sebab, ideologi Pancasila menjadi salah satu pondasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kecintaan pemuda terhadap ideologi Pancasila saat ini semakin meningkat. Hal itu dikarenakan sosialisasi empat pilar MPR ke sejumlah daerah.
Zulkifli menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, dengan adanya kensejangan maka cita-cita Pancasila sila ke-4 yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum terwujud.
Hidayat Nur Wahid, mengatakan Sosialisasi Empat Pilar adalah bagian dari kontribusi untuk menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.