Korea Utara dinilai masih menjadi ancaman serius bagi dunia internasional. Demikian hasil tinjauan pertahanan Jepang pada Selasa (28/8), pecahnya diplomasi di Semenanjung Korea.
Permintaan tersebut berdasarkan hasil sidang gugatan Iran kepada hakim ketua badan PBB, atau dikenal sebagai Pengadilan Dunia, dan meminta Washington untuk menghormati hasilnya.
Kabar pembatalan kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Korea Utara rupanya meninggalkan kesan buruk.
Karbasian merupakan menteri kabinet kedua yang dipecat bulan ini. Sebelumnya parlemen juga memakzulkan Menteri Tenaga Kerja Ali Rabiei pada 8 Agustus lalu.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, Washington akan menerapkan tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran dan akan memberlakukan sanksi terkuat dalam sejarah Republik Islam Iran.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyesalkan pembatalan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo ke Korea Utara.
Dia menyebut bantuan tersebut sebagai pesan yang salah, dan diberikan pada waktu yang salah. Sebab Brussels, menurutnya, harus membantu Washington mengakhiri ancaman nuklir global Iran.
Wang menyebut kesepakatan nuklir 2015 atau yang dikenal dengan JCPOA sebagai pencapaian multilateral utama yang menguntungkan komunitas internasional.
Konferensi tingkat tinggi (KTT) yang akan digelar di Pyongyang, Korea Utara tersebut juga akan membahas penyelesaian konflik akibat Perang Korea 1950-1953.
Tiongkok dan India komitmen akan mengimpor minyak Iran terlepas dari keluarnya Amerika Serikat (AS) dari perjanjian nuklir Iran dan tekanan Gedung Putih ke negara-negara lain untuk mengikuti sanksi Washington ke Iran.