Airlangga Hartarto menyatakan, pemulihan ekonomi nasional terus berlanjut. Menurutnya, pondasi perekonomian Indonesia masih kuat.
Lebih dari 6,8 juta orang telah meninggal selama wabah, yang telah menyentuh setiap negara di Bumi, menghancurkan komunitas dan ekonomi.
UU Penjaminan harus bisa mendorong berkembangnya UMKM di Indonesia yang sangat semakin banyak memerlukan layanan akses permodalan yang mudah dari Lembaga keuangan.
BI memprediksi pada 2023 pertumbuhannya berada di kisaran 4,5%-5,3%, kemungkinan sekitar 4,9%.
Memang kondisi saat ini tidaklah mudah. Namun Indonesia akan mengupayakan yang terbaik di saat memimpin ASEAN di tahun 2023. ASEAN yang stabil dan berkemakmuran akan dengan sendirinya berkontribusi bagi perdamaian dan pertumbuhan ekonomi di Indo Pasifik.
Indonesia sebuah negara berpenduduk besar apalagi dalam situasi dan kondisi ekonomi sulit seperti ini jangan latah atau begitu mudah memberikan subsidi-subsidi kepada komoditas pertanian. Apalagi, subsidi itu akan diberikan kepada pelaku importir. Ini akan menimbulkan sebuah resiko dan dampak psycologis serta kecemburuan sosial yang luar biasa.
Menteri Teten Ajak Kader PDIP Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Suahasil: APBN Tetap Dukung Pemulihan Ekonomi 2023
Airlangga Hartarto mengatakan, tingkat pengangguran dan kemiskinan Indonesia turun dan pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,3%.
Penerapan ERP ini dapat berdampak pada kehidupan masyarakat, mengingat banyak orang yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih setelah pandemi Covid-19. Belum lagi ancaman krisis global yang sering disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).