GMPG mendukung wartawan KompasTV yang telah melakukan laporan polisi, atas tindakan kekerasan aksi premanisme yang dialaminya, saat meliput kegiatan diskusi yang di gelar GMPG dengan tema `Selamat kan Partai Golkar`.
Kita bisa melihat bersama-sama tadi, dengan melakukan cara-cara persekusi terhadap acara ini mengatasnamakan dirinya sebagai kader AMPG, dan kami menyakini tidak ada sebuah tindakan atau perilaku kekerasan bila tidak ada dari pucuk pimpinan Partai Golkar (Airlangga Hartarto).
Kericuhan bermula saat segerombolan orang bergaya preman mengatasnamakan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) datang ke lokasi untuk membubarkan diskusi tersebut. Kelompok ini bahkan terus berteriak dan melemparkan kursi-kursi di lokasi diskusi.
Jangan mendaur ulang kesalahan di Pemilu 2014
Baliho dan videotron Airlangga tidak membuahkan hasil
Golkar tak mengusung capres di 2014 dan 2019. Bagaimana 2024?
GMPG tunggangan kepentingan politik praktis
Dari sederet catatan evaluasi kritis itu, Sirojudin mengungkapkan, Airlangga terbukti sebagai sosok yang tidak mampu memimpin Golkar. Karenanya, demi menjaga eksistensi Partai Golkar, GMPG akan menggelar roadshow ke sejumlah elit beringin.
Mekeng disebut-sebut salah satu pihak yang turut menerima uang dari proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Melchias Markus Mekeng melaporkan lima orang inisiator, pengurus dan anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) ke Bareskrim Mabes Polri.