Komisi X DPR RI mendorong pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Inovasi (Kemendikbudristek) untuk menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP).
Ketika era reformasi dimulai dan berjalan, semua produk atau kebijakan yang dikeluarkan oleh orde baru dianggap tidak baik.
Bamsoet menekankan, dengan hadirnya kembali mata pelajaran PMP akan semakin menguatkan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dijalankan MPR RI sejak tahun 2004.
Menurut Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi, saat ini muncul kebutuhan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diinternalisasi kepada siswa, di tengah maraknya serbuan nilai-nilai baru.
pentingnya mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila), pesan ini disampaikam di hadapan ratusan Lurah dan camat se DKI
Perlu diwaspadai kurikulum pendidikan dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi berpotensi mengalami disorientasi terhadap ajaran-ajaran toleransi yang sudah termaktub di dalam Pancasila,—yang berkembang justru ajaran-ajaran fundamentalisme yang mengerikan.
Wakil Ketua MPR Mahyudin setuju dengan wacana untuk menghidupkan kembali pelajaran PMP di sekolah.
Menurut Sekjen FSGI Heru Purnomo, sekolah sudah mengalami `surplus` nilai-nilai moral atau karakter yang bersumber dari Pancasila.
Anang Hermansyah menyambut baik wacana pemerintah mengembalikan pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) ke bangku sekolah.
Beberapa hari ini tersiar kabar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana mengembalikan atau menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) karena dianggap sangat penting untuk menguatkan pemahaman Pancasila pada anak-anak didik.