Iran mengisyaratkan bahwa mereka akan melepaskan kapal tanker Inggris dalam beberapa hari ke depan, setelah direbut pada Juli lalu di perairan Teluk.
IRGC menangkap kapal tanker Inggris di dekat Selat Hormuz pada 19 Juli 2019, setelah mencoba melarikan diri usai tabarakan dengan kapal nelayan Iran.
Dalam surat yang ditujukan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Iran mengatakan, Stena Impero bertabrakan dengan kapal kecil pada 19 Juli 2019. Insiden itu melukai parah awaknya - beberapa di antaranya masih dalam kondisi kritis.
Pernyataan Zarif itu disampaikan setelah Inggris mengeluarkan ancaman atas penyitaan kapal berbendera Inggris pada Jumat (19/7). Stena Impero ditangkap dan dilakukan penyelidikan setelah kapal tanker itu menabrak kapal nelayan Iran di Teluk Persia.
Pengambilalihan Stena Impero di perairan internasional Iran adalah pembajakan nasional.
Jubeir mengajak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan terhadap serangan Iran terhadap kebebasan navigasi yang melanggar hukum internasional.
Rusia pada Minggu (21/7) juga menyatakan dukunganya terhadap Iran atas klaim AS bahwa Teheran tidak boleh memperkaya uranium di tingkat mana pun.
Para anggota parlemen mengatakan, beberapa minggu terakhir telah menyaksikan tindakan sabotase yang mencurigakan di wilayah tersebut serta penyitaan ilegal sebuah kapal tanker Iran oleh pemerintah Inggris.
Komisi Eropa menyatakan "keprihatinan mendalam" atas penyitaan kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Prancis, mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas penyitaan Stena Impero.