China telah menahan diri dari penguncian penuh kota-kota besar seperti yang terlihat pada hari-hari awal wabah COVID-19 di provinsi Hubei, untuk menghindari melumpuhkan ekonomi secara total.
Wuhan, di provinsi tengah Hubei, diyakini sebagai episentrum pandemi global yang telah menginfeksi hampir 100 juta orang dan sejauh ini menewaskan lebih dari dua juta orang.
Stasiun televisi milik pemerintah China, CCTV menyerang Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, setelah menuduh virus corona baru (Covid-19) berasal dari laboratorium yang bocor di Kota Wuhan, Hubei.
Hubei akan menurunkan level dari tertinggi ke tertinggi kedua dari 2 Mei, menurut keterangan Komisi Kesehatan Provinsi dalam pos di akun publik WeChat.
WHO telah menyatakan COVID-19 atau penyakit virus Corona yang ditemukan pertama kali tahun 2019 di Wuhan, Hubei, Tiongkok sebagai pandemi atau penyakit yang berpotensi menyebar ke berbagai belahan dunia dengan cepat.
China Daratan melaporkan tidak ada kasus baru virus corona secara lokal di luar provinsi Hubei, pusat penyebaran wabah tersebut dalam tiga hari berturut-turut.
Sejauh ini, sebanyak 21 orang Israel yang sudah dinyatakan positif terjangkit virus corona, yang dikenal sebagai COVID-19, yang diyakini berasal di Wuhan di provinsi Hubei, China.
Sejak wabah virus menyebar di seluruh negeri dari provinsi Hubei untuk menginfeksi lebih dari 40.000 orang, pemimpin kelahiran 15 Juni 1953 di Beijing, menjauh dari mata publik.
WHO menyebut mayoritas kasus virus corona yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China merupakan kasus ringan.
China telah berjuang untuk menahan virus saat ini meskipun telah menempatkan sekitar 56 juta orang di bawah penguncian efektif di Hubei dan ibukota provinsi, Wuhan