Seminggu pasca kerusuhan berdarah di Kazakhstan, pasukan Rusia yang dikirim untuk memadamkan konflik kini bersiap untuk mundur. Sementara itu, Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengincar perdana menteri baru.
Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev menyebut kerusuhan berdarah yang menewaskan 160 orang terakhir berakhir pada Senin (10/1), menyusul klaim kemenangan dari Pemimpin Rusia, Vladimir Putin.
Dalam kebijakan darurat nasional ini, masyarakat dilarang melakukan pertemuan massal dan pembatasan pergerakan, sejak pukul 11 malam hingga pukul tujuh pagi.
Dalam sebuah pernyataan dari situs web resmi presiden, presiden baru Kazakhstan Kassym-Zhomart Tokayev meratifikasi proposal untuk mengubah nama ibukota negara itu dari Astana menjadi `Nursultan`.
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan didampingi Wakil Ketua MPR Mahyudin dan E.E. Mangindaan, menerima delegasi Senat Republik Kazakstan yang dipimpin Ketua Senatnya Kassyim-Jomart.