Temuan menunjukkan bahwa orang yang mengalami gangguan tidur setidaknya tiga kali seminggu selama lebih dari tiga bulan memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk mengalami penurunan fungsi kognitif ringan atau demensia. Risiko ini tetap signifikan meskipun faktor lain seperti tekanan darah tinggi, apnea tidur, dan konsumsi obat sudah diperhitungkan.
Dua studi berskala besar dari Spanyol dan Amerika Serikat menemukan bahwa perubahan gaya hidup yang sederhana dapat memberikan perlindungan signifikan terhadap diabetes tipe 2 dan demensia. Kunci pencegahan tersebut terletak pada pola makan Mediterania, aktivitas fisik teratur, dan dukungan yang berkelanjutan.
Tim peneliti yang dipimpin oleh neurolog Michelle Chen dari Rutgers Institute for Health menemukan bahwa memendam stres secara signifikan mempercepat kerusakan memori. Setiap peningkatan dalam kebiasaan internalisasi stres berkorelasi dengan laju kehilangan ingatan yang setara dengan efek stroke ringan.
Penelitian baru menemukan bahwa pola makan sehat seperti diet MIND dapat mengurangi risiko demensia hingga 25%
orang setengah baya yang minum secukupnya, tidak lebih dari segelas anggur sehari, mungkin memiliki risiko yang relatif lebih rendah terkena penyakit dimensia (kerusakan fungsi otak).