Studi terbaru yang dimuat dalam jurnal Neurology menemukan bahwa orang dengan insomnia memiliki kemungkinan 40 persen lebih besar mengalami penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir.
Temuan menunjukkan bahwa orang yang mengalami gangguan tidur setidaknya tiga kali seminggu selama lebih dari tiga bulan memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk mengalami penurunan fungsi kognitif ringan atau demensia. Risiko ini tetap signifikan meskipun faktor lain seperti tekanan darah tinggi, apnea tidur, dan konsumsi obat sudah diperhitungkan.
Menurut pakar tidur dan peneliti dari Royal Holloway, University of London, Kirsty Vant, beberapa tips yang populer justru bisa memperburuk insomnia. Terutama bagi mereka yang sudah kesulitan tidur, strategi ini bisa menciptakan tekanan baru dan memperkuat siklus gelisah di malam hari.
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental. Namun, banyak orang yang mengalami kesulitan tidur atau insomnia yang membuat waktu istirahat menjadi tidak optimal.
Walau berpikir adalah bagian dari keistimewaan manusia, namun berpikir secara berlebihan atau overthingking justru bisa melumpuhkan produktivitas, membuat seseorang sulit membuat keputusan, dan mengganggu kualitas hidup secara menyeluruh, termasuk kualitas tidur.
Instagram Digugat, Diduga Sebabkan Depresi, Kecemasan, dan Insomnia pada Anak
Cara ampuh mengatasi insomnia salah satunya dengan mandi air hangat sebelum tidur
remaja yang menggunakan ganja untuk tertidur mungkin menyiapkan diri mereka untuk insomnia di kemudian hari.