Industri sawit yang bertanggung jawab seharusnya mampu menunjukkan kontribusi konkret terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.
Ekspor minyak atsiri asal Indonesia terus mengalami peningkatan, didorong oleh kekayaan hayati yang melimpah dan warisan pengetahuan lokal yang telah terbentuk selama berabad-abad.
Hutan tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru dunia, tetapi juga sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati dan masyarakat adat.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan populasi yang besar, sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Tentu sangat penting (peningkatan kerja sama internasional). Di samping masyarakat memainkan peran penting dalam perlindungan keanekaragaman hayati maka peningkatan kerja sama dan pendanaan internasional sangat penting untuk memajukan upaya konservasi hutan di Indonesia.
Apakah Rancangan Undang-Undang tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya disetujui untuk dilanjutkan pembahasannya pada pembicaraan tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI?