Promosi dan pameran yang dilakukan Kementan melalui gelaran Odicoff merupakan salah satu upaya Kementan meningkatkan ekspor komoditas pertanian.
Gelaran ODICOFF yang berlangsung pada November 2021 adalah salah satu bukti bahwa ekspor pertanian tidak mati, bahkan diminati pasar Eropa.
Potensi pasar sangat terbuka khususnya untuk kopi, buah-buahan tropis, tanaman hias, palm oil dan produk olahan pertanian lainnya.
Empat eksportir yang behasil mendapatkan kontrak dagang, masing-masing adalah eksportir kopi asal Jawa Barat, CV. Frinsa Agrolestari, Bandung yang menandatangani kontrak dengan Nordic.
Saat ini ada dua produk olahan hortikultura yang terhambat, yakni cabe bubuk akibat ditemukannya cemaran pangan otoritas karantina Mesir.
Produk peternakan Indonesia yang akan di ekspor dan dipasarkan di UEA sebelumnya harus melengkapi persyaratan sebagaimana yang tertera di website MoCCaE.
Lima perusahaan berminat dengan kopi dan satu lainnya berminat pada produk olahan kelapa sawit berupa RBD Palm Olien asal Indonesia.
Keempat perusahaan kopi yang berhasil mendapatkan kontrak baru di tahun 2022 masing-masing adalah PT TDI, PT AJ dengan dua importir di Kairo dan PT GCB.
Kontrak tersebut ditandatangani oleh enam perusahaan di bidang agribisnis asal Mesir pada rangkaian acara Temu Wicara, dalam rangkakan One Day with Coffee, Fruits and Floriculture (Odicoff) di Kairo.
Alhamdulilah, dengan kualitas dan rasa yang khas, kopi kita baik robusta maupun arabica makin digemari