Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine ini menyoroti pentingnya ritme tidur harian, bukan sekadar lamanya waktu tidur. Pola tidur yang terlalu ketat ternyata bisa menurunkan fleksibilitas fungsi otak.
Sergio Busquets yang tampil menawan dengan ciri khas nya sebagai gelandang pengatur ritme permaianan
Para peneliti menggunakan population attributable fraction—metode yang mengukur seberapa besar penyakit bisa dihindari jika semua orang mengikuti pola tidur paling sehat.
Ya, kami minta kepada, kan kita lihat bahwa, kita tahu bahwa BGN itu juga mempunyai sistem baru dalam hal supervisi. Mereka ada ritme tenaga-tenaga untuk supervisi lapangan, baik untuk mengecek kualitas makanan, distribusi maupun dari sisi pembayaran dari MBG ke dapur.
Ketika dua objek hadir bersamaan, otak tidak mempercepat ritme untuk mengimbangi, tapi membaginya. Masing-masing objek hanya mendapat “jatah” sekitar 4 kilatan per detik, bukan 8. Ini menjelaskan kenapa multitasking memperlambat respons.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ritme sirkadian – jam biologis internal manusia – tetap merespons perubahan musim dan panjang hari, meski kita jarang lagi bangun dan tidur mengikuti terbit dan tenggelamnya matahari.