Ilustrasi - seorang pria sedang menunggu waktu berbuka puasa (Foto: Pexels/Oladimeji Ajegbile)
Jakarta, jurnas.news - Rasa haus sering kali menjadi tantangan utama saat menjalani puasa. Bahkan bagi sebagian orang, menahan haus terasa lebih berat dibanding menahan lapar.
Kondisi ini biasanya muncul ketika tubuh kehilangan cairan lebih cepat dari yang seharusnya, terutama jika pola makan dan minum sejak berbuka hingga sahur tidak diatur dengan baik.
Buah seperti semangka, melon, jeruk, pepaya, dan timun sangat dianjurkan saat sahur maupun berbuka. Kandungan air dan mineral di dalamnya membantu tubuh mempertahankan hidrasi sepanjang hari.
Selain itu, karbohidrat kompleks seperti oatmeal, kentang rebus, atau nasi merah juga lebih baik dibanding makanan manis berlebihan karena tidak memicu lonjakan gula darah yang cepat turun dan membuat tubuh terasa lemas serta haus.
Kebiasaan minum kopi dan teh berlebihan juga perlu diperhatikan. Minuman berkafein bersifat diuretik, yaitu merangsang tubuh lebih sering buang air kecil sehingga cairan tubuh lebih cepat berkurang. Jika tetap ingin mengonsumsinya, sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan air putih lebih banyak.
Aktivitas harian turut memengaruhi rasa haus. Paparan panas berlebih dan aktivitas fisik berat di siang hari mempercepat penguapan cairan melalui keringat. Karena itu, sebisa mungkin hindari aktivitas luar ruangan pada waktu terik dan gunakan pakaian yang menyerap keringat agar tubuh tidak cepat dehidrasi.
Dengan pengaturan minum yang bertahap, pemilihan makanan yang tepat, serta pengelolaan aktivitas, rasa haus selama puasa dapat dikurangi secara signifikan. Puasa pun bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB