jurnas.news
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Asal Usul dan Sejarah Perayaan Paskah

Agus Mughni | Minggu, 05/04/2026 06:05 WIB



Paskah menjadi puncak perayaan iman Kristiani yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat di kayu salib Perayaan Paskah Nasional GAMKI dan Dies Natalis ke-62. (Foto: Dok. Ist)

Jakarta, jurnas.news - Paskah menjadi puncak perayaan iman Kristiani yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat di kayu salib. Di balik perayaan tersebut diyakini terdapat akar sejarah panjang yang bermula jauh sebelum tradisi gereja modern terbentuk.

Mengutip laman Sabda Paskah, sejarah Paskah tidak berdiri sendiri, melainkan berakar dari tradisi jauh lebih tua, yakni perayaan Paskah dalam Perjanjian Lama.

Baru pada tahun 325, melalui Konsili Nicea, disepakati bahwa Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama yang jatuh pada atau setelah 21 Maret. Ketentuan ini membuat tanggal Paskah selalu berubah setiap tahun, berkisar antara akhir Maret hingga April.

Baca juga :
Corona Tak Halangi Kristen Ortodoks Rayakan Paskah

Dalam praktiknya, Paskah tidak hanya dirayakan dalam satu hari, tetapi melalui rangkaian panjang yang dimulai sejak masa Prapaskah. Masa ini diawali dengan Rabu Abu, yang ditandai dengan simbol abu sebagai pengingat akan kerapuhan manusia dan panggilan untuk bertobat.

Berbagai simbol kemudian hadir memperkaya makna Paskah. Lilin Paskah melambangkan terang kebangkitan, kain putih menjadi simbol kemenangan atas kematian, sementara telur Paskah dimaknai sebagai tanda kehidupan baru.

Simbol-simbol tersebut tidak sekadar tradisi, tetapi sarat makna teologis yang mengajak umat untuk memahami esensi kebangkitan secara lebih mendalam.

Diketahui, tahun ini, Paskah dirayakan pada Minggu, 5 April 2026. Perayaan atau peringatan ini kembali menjadi puncak refleksi iman tentang kebangkitan, harapan, dan pembaruan hidup.

Di berbagai komunitas gereja, Paskah juga berkembang menjadi momentum aksi nyata. Umat tidak hanya diajak memperbaiki relasi dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama dan lingkungan, melalui kegiatan seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, hingga kampanye menjaga air dan udara bersih.

Dengan demikian, Paskah bukan sekadar perayaan liturgi, melainkan perjalanan iman yang utuh. Dari sejarah pembebasan dalam tradisi Yahudi hingga makna kebangkitan dalam Kekristenan, Paskah diyakini sebagai simbol harapan, pertobatan, dan kehidupan baru yang relevan sepanjang zaman. (*)

Ikuti Update jurnas.news di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Paskah Sejarah Paskah Perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus