Pemandangan ibu kota Kuwait (Foto: AFP)
Kuwait City, jurnas.news - Militer Kuwait melaporkan bahwa dua pesawat nirawak (drone) yang datang dari arah Irak menyerang pos perbatasan darat di wilayah utara pada Jumat (24/4).
Serangan ini menyebabkan kerusakan material namun tidak memakan korban jiwa, meski terjadi di tengah periode gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Negara-negara Teluk telah berulang kali memanggil perwakilan Irak untuk memprotes serangan yang terus dilakukan oleh kelompok-kelompok ini bahkan setelah gencatan senjata diberlakukan.
Irak terjepit dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, di mana berbagai serangan berulang kali menargetkan kepentingan AS di Baghdad maupun kelompok pro-Iran di negara tersebut.
Hingga saat ini, belum ada kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone ke Kuwait tersebut. Namun, spekulasi di media sosial mengarah pada keterlibatan milisi yang didukung Iran.
Pemerintah Irak kini menghadapi tekanan tajam karena dianggap gagal mencegah operasi militer ilegal yang diluncurkan dari dalam wilayah kedaulatannya.
Serangan ini terjadi saat gencatan senjata memasuki minggu ketiga, yang secara umum sebenarnya masih bertahan di sebagian besar wilayah konflik.
Di sisi lain, pada hari yang sama, pemerintah Kuwait tetap melanjutkan rencana untuk mulai membuka kembali wilayah udaranya bagi maskapai komersial sebagai upaya normalisasi aktivitas transportasi udara.
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB
Sabtu, 25/04/2026 14:01 WIB