Kementerian Pertahanan Turki telah mengumumkan selesainya evakuasi tentaranya dari Afghanistan, setelah 20 tahun berhasil menjalankan tugas di sana.
Semenjak akhir Juli sekitar 110.600 orang telah dievakuasi.
Pasukan Kanada di Kabul mengakhiri upaya evakuasi bagi warga mereka dan warga Afghanistan pada Kamis (26/8), menjelang tenggat waktu 31 Agustus yang diberikan kelompok Taliban yang kini menguasai pemerintah.
Hal ini mengikuti peringatan oleh Presiden AS, Joe Biden dan pejabat pemerintah lainnya tentang ancaman ISIS terhadap operasi evakuasi ketika kerumunan memadati gerbang bandara,
NATO mendesak sejumlah negara yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, supaya membuka perbatasan darat guna melancarkan proses evakuasi dari negara tersebut.
Kelompok Taliban yang menguasai Afghanistan saat ini, menolak usulan perpanjangan evakuasi warga asing dari negara tersebut. Seluruh proses evakuasi harus sudah diselesaikan sebelum batas waktu yang ditetapkan, yaitu 31 Agustus 2021.
Pemerintah Jepang akan mengirim sebuah pesawat militer ke Afghanistan pada Senin (23/8), untuk membawa kembali warganya.
Sebanyak 16 diantaranya staf Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kabul dan 10 non-staf KBRI di Kabul.
Selain itu, lanjutnya, semestinya evakuasi ini juga bukan berarti Indonesia melarikan diri dari tanggung jawab dalam keterlibatan untuk menghadirkan perdamaian dunia, tetapi juga sebagai perwujudan dari amanat konstitusi.