AS memperingatkan pemerintah Suriah agar tidak memanfaatkan keluarnya pasukan AS di wilayah itu untuk mengembangkan dan menggunakan senjata kimia.
Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) melaporkan sebanyak 7.706 orang menjadi korban praktik penangkapan semena-mena di seluruh wilayah di Suriah sepanjang tahun 2018.
Rezim Assad menewaskan 45 warga sipil, di antaranya 6 wanita, 22 anak-anak setelah perjanjian Sochi pada 17 September.
Turki menyatakan siap bekerja sama dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun syaratnya, pemimpin tersebut harus memenangkan pemilihan secara demokratis.
Komisi PBB mengatakan tidak ada kemajuan yang bisa dilakukan menuju perdamaian abadi tanpa keadilan bagi para korban.
Suriah terjebak dalam perang sipil yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Presiden Bashar Al-Assad menindak keras protes pro-demokrasi.
Rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di Suriah masih terus melanggar kesepakatan Sochi dengan menyerang zona de-eskalasi Idlib.
Perusahaan Rusia dan Iran harus dilarang mengambil bagian dalam rekonstruksi selama rezim Assad tetap berkuasa.
Rezim Assad baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran di provinsi barat laut Idlib
Serangan-serangan tersebut menargetkan pemukiman sipil dan mengancam nyawa warga setempat. Satu warga tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.