Matis juga mengatakan telah melihat dukungan internasional atas apa yang disebutnya ‘serangan yang disesali
AS, Inggris, dan Prancis meluncurkan serangan udara pada fasilitas senjata kimia yang diduga rezim Assad di Suriah sebelumnya pada hari Sabtu.
Kemenlu Turki menyebut serangan udara tersebuat `reaksi yang tepat` karena dibangun dari dugaan serangan kimia Assad di Suriah.
Bashar al-Assad disebut mengabaikan hukum internasional dan membunuh banyak warga sipil yang tidak bersalah, termasuk wanita dan anak-anak.
Rejim Assad mengambil posisi waspada pada kemungkinan serangan Ameria Serikat menyusul serangan kimia di Ghouta Timur.
Presiden Turki mengkritik pernyataan Menlu Rusia yang meminta Ankara untuk menyerahkan Afrin kepada rezim Assad
Duta Besar AS untuk PBB mencecar Dewan Keamanan dan menuntut pertanggung jawaban dari rezim Assad
White Helmets, mengatakan rezim Assad yang melakukan serangan di kawasan Douma, Ghouta Timur itu, yang menurut mereka membunuh 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.
SNHR dalam laporannya menyatakan bahwa rezim telah melakukan 214 serangan kimia di Suriah sejak awal perang sipil pada tahun 2011.
Serangan kimia di distrik Douma di Ghouta Timur pada Sabtu (7/4) sekali lagi membuktikan bahwa ia masih belum berhenti menggunakan senjata kimia.