Gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh koalisi yang memerangi kelompok Houthi yang berpihak Iran di Yaman berakhir pada hari Kamis
Al-Ruwaishan dikenal karena tulisan-tulisan kritisnya tentang Houthi sejak pecahnya konflik di Yaman pada Maret 2015.
Ibrahim menyampaikan khotbahnya selama 22 menit, sebelum mengakhirinya dengan jargon "Allah Maha Besar, Enyahlah Amerika, Enyahlah Israel, Terkutuklah Yahudi, kemenangan bagi Islam."
Gencatan senjata yang diserukan oleh Arab Saudi, hanyalah tipuan belaka untuk meraih opini publik internasional.
Dua warga sipil mengalami luka-luka kecil akibat tertimpa puing-puing setelah pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan rudal Houthi di Riyadh dan kota selatan Jazan pada Sabtu malam.
Ansarullah mengatakan, agresi militer Saudi yang sedang berlangsung terhadap Yaman telah memicu kelaparan, kemiskinan dan wabah penyakit
Amerika Serikat menuding Iran kembali melakukan upaya untuk mengirimkan senjata ke milisi Houthi Yaman.
Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi mengutuk serangan tersebut
Sumber-sumber medis mengkonfirmasi bahwa sedikitnya 45 personil militer telah tewas dalam serangan itu, dan menambahkan bahwa puluhan lainnya terluka.
Menurut Kementerian Luar Negeri Korsel, saat disandera, satu kapal keruk Korsel sedang ditarik oleh satu kapal Korea lainnya, dan satu kapal berbendera Saudi.