Karena itu pemerintah perlu memanfaatkan setiap peluang yang ada agar jamaah Indonesia dapat kembali melaksanakan ibadah umrah dan haji secepatnya.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan untuk menghentikan penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), jalur masuk dan keluar secara khusus telah diatur di Masjidil Haram untuk para jemaah haji.
Mina, jaraknya 7 km timur laut dari Masjidil Haram di Mekah dan dalam batas-batasnya, biasanya akan menjadi situs kota tenda terbesar di dunia, menampung sekitar 2,5 juta peziarah.
Hingga Minggu (26/7), Kementerian Kesehatan Afganistan mencatat lebih dari 36.000 infeksi dan 1.259 kematian akibat COVID di seluruh wilayah tersebut.
Peziarah yang tiba di hotel-hotel di Makkah menerima kit khusus yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Karena pandemi virus corona (COVID-19), haji tahun ini terbatas pada sekitar 1.000 jemaha, semuanya dari dalam Arab Saudi, sekitar 700 di antaranya adalah ekspatriat.
Arab Saudi memutuskan untuk membatasi jumlah jamaah haji tahun 2020 ini, karena ancaman lanjutan dari virus corona (COVID-19) untuk kesehatan masyarakat global.
Pengaturan baru sudah dibuat untuk mengontrol masuk dan keluarnya jamaah haji ke Masjid Agung guna memastikan langkah-langkah pencegahan sosial yang efektif dan jarak jauh terhadap COVID-19