Perusahaan ini bermitra dengan kelompok tani salak pondok dengan nama Paguyuban Petani Salak Turindo. Luas lahan dari paguyuban sebanyak 150 ha.
Penerapan pengelolaan OPT skala luas (area wide management/AWM) diutamakan pada budi daya aneka buah prospektif ekspor seperti Mangga, manggis, pisang, nanas, buah naga, salak dan sebagainya.
Ekspor produk olahan CPO mengalami kenaikan sebesar 352.000 ton (21,8 persen) dari 1,6 juta ton menjadi 1,97 juta ton
Untuk tanaman berdaun indah di ekspor sekitar 147 pohon per minggu dan sudah di ekspor ke Negara Eropa, Amerika, Kanada, Singapura, Hong Kong, Malaysia dan Thailand.
Kinerja ekspor pertanian pada periode Agustus 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 8,6% atau naik menjadi USD 2,4 miliar.
Nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai US$ 13,07 miliar, atau turun 4,62% dibanding ekspor Juli 2020
Dengan anggaran sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat 22% dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar Rp906,5 miliar, nantinya akan digunakan untuk pembelian sarana perkarantinaan.
Disaat pandemi seperti saat ini, petani Jagung di Touna boleh berbangga karena produksinya berlimpah dan berkualitas sehingga bisa dapat kembali di ekspor setelah terakhir kalinya di tahun 2018.
Penyebaran hama dan bakteri harus benar-benar diperhatikan secara serius untuk memastikan masyrakat dalam kondisi sehat.
Korporasi pertanian tidak hanya meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, namun juga untuk meningkatkan komoditas berbasis ekspor.