Uni Eropa merupakan salah satu Kawasan yang menjadi mitra perdagangan penting bagi ekspor Indonesia.
Tren naik berlanjut selama tiga tahun terakhir, yang mengakibatkan India menjadi pasar yang signifikan untuk barang-barang Afghanistan.
Malaysia, Singapura dan Uni Eropa mempersyaratkan produk dengan persyaratan BMR yang rendah.
Namun, jika pun harus melakukan impor, maka Syahrul mentargetkan harus re-ekspor kembali, dalam bentuk yang sudah jadi sehingga nilainya dapat meningkat.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 diganti menjadi Permen 56/2016 terkait ekspor benur/benih lobster menjadi polemik. Hal itu lantaran dicurigai menguntungkan sejumlah pengusaha.
Sejak Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 12 Tahun 2020 yang mengatur pengelolaan lobster diterbitkan, banyak perusahaan eksportir lobster bermunculan seiring dibukanya kuota ekspor.
Komoditas pertanian yang memiliki peran besar dalam peningkatan ekspor ini antara lain komoditas kopi, tanaman obat aromatik dan rempah, biji kakao, dan sarang burung walet.
Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juni 2020 terhadap Mei 2020 terjadi pada mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$197,2 juta (39,39%)
Perkembangan anggrek yang dikelola Perusahaan Eka Karya merupakan tanaman berkualitas siap ekspor yang sudah memiliki pasar tetap seperti Jepang, China bahkan Amerika.
Pertanian organik seiring dengan pangsa pasar yang semakin terbuka, tidak hanya karena bernilai ekonomis tinggi.