Hubungan yang sehat tidak hanya ditentukan oleh niat baik atau komunikasi yang lancar. Terkadang, tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan kecil yang terlihat sepele justru menjadi racun dalam hubungan—baik itu dengan pasangan, sahabat, rekan kerja, maupun keluarga.
Lingkungan rumah dan teladan yang dicontohkan orangtua adalah dua hal yang menjadi fondasi dalam membentuk karakter anak. Karena itu, orang tua sebagai lingkungan terkecil diminta untuk menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).
Ironisnya, kerusakan ginjal kerap tak menunjukkan gejala pada tahap awal, hingga akhirnya terlambat ditangani. Berikut adalah 7 kebiasaan kecil yang sering dianggap remeh, padahal berpotensi merusak ginjal:
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meninjau implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di SD Saraswati 6 Denpasar, Bali, pada Selasa (19/8) lalu.
Berikut ini lima kebiasaan yang bisa menyebabkan paru-paru basah
Selama ini, gosip kerap diasosiasikan dengan hal negatif—tajam, tak berguna, bahkan bisa merusak hubungan sosial. Namun sebuah studi dari University of California, Riverside justru menemukan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak positif dalam hubungan romantis.
Tim peneliti yang dipimpin oleh neurolog Michelle Chen dari Rutgers Institute for Health menemukan bahwa memendam stres secara signifikan mempercepat kerusakan memori. Setiap peningkatan dalam kebiasaan internalisasi stres berkorelasi dengan laju kehilangan ingatan yang setara dengan efek stroke ringan.
Kebiasaan menikmati kopi larut malam kini mendapat sorotan baru dari dunia sains. Sebuah studi dari University of Texas at El Paso (UTEP) mengungkap bahwa kafein yang dikonsumsi setelah matahari terbenam dapat memicu perilaku impulsif.
Berikut adalah enam kebiasaan yang bisa membuat perut buncit, meski tanpa mengonsumsi nasi dalam jumlah berlebihan
Lestari Moerdijat: Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Butuh Implementasi Tepat