Akibat penyerangan itu, beberapa kaca kantor DPP PPP mengalami pecah. Seorang penjaga kantor mengalami luka dibagian wajah.
Karena itu, aparat kepolisian diminta agar mengusut dalang dibalik penyerangan tersebut.
Iriawan menyebut luka yang diderita dua anggota Brimob tersebut tidak terlalu serius.
Termasuk mendalami motif serta keterkaitan pelaku dengan aksi teror terhadap sejumlah anggota Polri yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Identitas berupa KTP yang ditemukan dari pelaku penyerangan terhadap dua anggota Brimob diduga palsu. Aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan.
Pelaku teror juga mengincar Polsek Tanjung Morawa dan Komplek Asia Megamas Medan dengan target WNI keturunan Tionghoa.
Selain tiga nama itu, polisi juga menetapkan Ardial Ramadhan (AR) sebagai tersangka kasus tersebut. Namun yang bersangkutan meninggal dunia karena ditembak.
Saksi lainnya yang sudah diperiksa dan hasilnya dianggap tidak terlibat, sudah dikembalikan kepada keluarganya.
Ketika itu, sebagian warga ada yang melakukan orasi yang berisikan penolakan terhadap orang yang terlibat aksi terorisme, terutama kelompok bersenjata ISIS.