Sampai saat ini belum terdapat keterangan resmi mengenai dalang penyerangan tersebut, apakah dilakukan oleh pemerintah Suriah atau pesawat tempur Rusia.
Menteri Dalam Negeri Provinsi Balochistan, pada Selasa (25/10) pagi, seperti dikutip dari aljazeera, mengatakan bahwa lima hingga enam orang melakukan penyerangan.
Penyerangan terhadap Kapolsek Tangerang, Kompol Effendi bersama dua anggota polisi lainnya adalah ancaman nyata radikalisme.
Polisi yang mengetahui, kemudian menegur pelaku dan menanyakan maksud dari aksi penempelan itu serta meminta surat-surat kelengkapan identitas.
Petugas menyita barang bukti berupa celurit, buku-buku, baut, solder dan sejumlah telpon genggam. Seluruh barang bukti diambil dari kamar pelaku.
Komnas HAM belum menarik kesimpulan apapun terkait insiden penyerangan kantor pemerintah oleh oknum anggota polisi versus Satpol PP Makassar.