Dalam pertemuan ini, disepakati beberapa rencana kolaborasi ITS dengan Kementerian Sosial.
Mensos menyatakan bahwa dalam menyelenggarakan tugas pembangunan kesejahteraan sosial, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Sejak awal, seharusnya Mensos betul-betul mengikuti aturan hukum melaksanakan anggaran Negara, termasuk dalam penyaluran program bantuan untuk Rakyat yang berhak menerima manfaat dari program Kemensos.
Mensos juga mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Untuk mengantisipasi terjadi bencana, Mensos menekankan agar mengaktivasi lumbung sosial sehingga ada kesiapan dari warga korban bencana.
Mensos harus melakukan evaluasi, bansos sembako (BNPT) yang merupakan bansos reguler dan sudah berjalan tahunan, ternyata masih ada masalah.
Mensos telah memobilisasi seluruh sumber daya, baik SDM maupun bantuan logistik untuk mengatasi dampak bencana.
Kehadiran Mensos untuk melihat dari dekat pemenuhan tugas penanganan bencana dari Kemensos melalui pilar-pilar sosial dan juga untuk memastikan bantuan logistik terkirim ke lokasi bencana.
ebagai mitra Kemensos di DPR, HNW mendesak agar Mensos betul-betul menjadi leading sector. Karenanya lebih fokus menangani soal disabilitas dan kaum difabel ini dengan memenuhi hak-hak mereka.
Tanam rumput dan kentongan