Bahan pokok yang dipantau meliputi 12 komoditas seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi dan minyak goreng.
Saat ini adalah momentum yang tepat untuk menggerakkan seluruh potensi yang ada, untuk pembangunan peternakan nasional menjadi lebih efektif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Program DKS merupakan pengembangan kawasan peternakan berbasis korporasi peternak yang dicetuskan Kementan mulai 2020 dengan lima lokasi, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Lampung dan Jawa Timur.
Kementan telah menyiapkan peta intervensi, jika ada daerah yang kekurangan stok bahan pangan seperti daging ayam, telur dan daging sapi dan bahan pangan pokok lainnya.
Berdikari akan terus menambahkan populasi sapi melalui Program kemitraan serta kolaborasi program inseminasi sapi bersama Kementerian Pertanian.
Hal ini pun dalam rangka memenuhi stok selama hari besar keagamaan nasional mulai dari Ramadhan, Idul Fitri, maupun Idul Adha.
Selain harga-harga kebutuhan pokok seperti kedelai, minyak goreng, dan daging sapi yang naik, harga BBM, tarif dasar listrik, dan tarif tol juga mengalami kenaikan.
Ketersediaan daging sapi di Kota Bandung ada sebanyak 163 kg dan untuk ketersediaan secara keseluruhan di Jawa Barat ada sebanyak 2.544 kg dengan kebutuhan sebanyak 2.403 kg, sehingga masih ada surplus.
Kita dapat melihat saat ini baik di pasar maupun di sentra-sentra peternakan di Jawa Timur untuk ketersediaan daging, sapi ayam dan telur semua aman.
ID FOOD akan memobilisasi sapi hidup dari sentra peternak ke Jabodetabek, kemudian menyalurkannya kepada Asosiasisi Pedagang Daging Sapi (APDI) dengan mekanisme komersil (B2B).