Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan, sumber realokasi anggaran berasal dari efisiensi dan refocussing kegiatan dari setiap unit utama atau program di lingkungan Kemdikbud.
"Meluasnya wabah Covid19 di berbagai daerah saat ini sudah berdampak pada sektor pangan dan daya beli masyarakat, sehingga kebijakan ekonomi presiden harus segera direalisasikan. Terutama mereka yang bekerja di sektor informal dan berpendapatan harian serta yang bergantung pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," ujar Amin.
“Untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat COVID-19, Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyiapkan beberapa program. Salah satunya adalah, memberikan stimulus bagi peningkatan daya beli UMKM dan disetujui oleh Presiden dengan anggaran Rp 2 triliun,” kata Teten.
Jokowi juga meminta agar semua pihak melakukan refocusing kegiatan dan melakukan relokasi anggaran untuk penanganan COVID-19.
Nadiem Anwar Makarim akan melakukan realokasi anggaran ujian nasional tahun ini, untuk penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19).
Pandemi virus Corona telah memukul perekonomian nasional begitu kuatnya. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 harus diubah, bila tidak ingin target yang telah dipatok melenceng terlalu jauh.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, anggaran tersebut bersumber dari pergeseran anggaran yang ada di dinas-dinas di APBD 2020.
Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan anggaran sebesar Rp311 miliar untuk membantu penanganan penyebaran virus corona (Covid-19).
Dalam rangka menghadapi penyebaran virus Corona, DPD RI meminta pemerintah untuk secara bijak dalam melakukan penyesuaian anggaran.
Saat ini ada lebih dari 3.000 pekerja MU dan klub harus menyediakan anggaran lebih dari satu juta poundsterling untuk menggaji mereka