Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso mengaku mendapat uang sebesar Rp 2 miliar dari Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Uang itu bagian dari Rp8 miliar yang disita penyidik KPK.
Sikap Prabowo ini bisa dipengaruhi kejiwaannya, psikisnya yang dalam istilah Bang Rizal Mallarangeng (Ketua DPD Golkar DKI Jakarta) itu delusi.
KPK memperpanjang masa penahanan politikus Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus dugaan suap pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia.
Politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso menyindir koleganya Nusron Wahid sebagai orang muslim yang beriman. Hal itu menanggapi bantahan Nusron terkait perintah menyiapkan 400.000 amplop berisi uang Rp8 miliar.
Politikus Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso menyebut sumber uang senilai Rp8 miliar yang disita dari 400 ribu amplop dari salah satu menteri kabinet Jokowi. Siapa menteri yang dimaksud?
Politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso menegaskan, Nusron Wahid sebagai pihak yang memerintahkan untuk mengumpulkan 400 ribu amplop senilai Rp8 miliar.
Politikus Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso menyebut sumber uang senilai Rp8 miliar yang disita dari 400 ribu amplop bersumber dari salah satu menteri kabinet Jokowi.
KPK memastikan akan menyelidiki pengakuan politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso soal adanya perintah dari Nusron Wahid menyiapkan 400 ribu amplop untuk serangan fajar pada Pemilu 2019.
Politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus suap PT Pupuk Indonesia dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), mengaku diperintahkan rekannya, Nusron Wahid menyediakan 400.000 amplop.
KPK menegaskan uang suap yang diterima Anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso untuk kepentingan dirinya sebagai Caleg pada Pemilu 2019.